Arsip Blog

Kamis, 22 September 2011

AIR MATA SEORANG IBU


Saya ingat waktu saya masih kecil, waktu itu saya masih berumur kira-kira 8 tahun, lalu pada saat itu saya ingat saya bertanya kepada ibu saya.
"Ibu, mengapa ibu menangis?"
Ibu pun menjawab, "Sebab ibu wanita."

Saya waktu itu masih tidak mengerti.
Ibu saya hanya tersenyum dan memeluk saya dengan erat.
"Nak, kamu memang tidak akan mengerti..."



Kemudian, saya bertanya kepada ayah.
"Ayah, mengapa ibu menangis?"
Ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan."
Hanya itu jawapan yang dapat diberikan oleh ayah.


Setelah saya sudah remaja kira-kira umur 15tahun, saya masih penasaran dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, saya bermimpi dan mendapat petunjuk daripada Allah mengapa wanita mudah sekali menangis.


Saat Allah menciptakan wanita, Dia membuat menjadi sangat penting.


Allah ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya. Walaupun, bahu itu cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur.


Allah berikan wanita kekuatan untuk melahirkan zuriat dari rahimnya. Dan sering kali pula menerima cerca daripada anaknya sendiri.


Allah berikan ketabahan yang membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah di saat semua orang berputus asa.


Wanita, Allah berikan kesabaran, untuk merawat keluarganya walau letih, sakit, lelah dan tanpa berkeluh-kesah.


Allah berikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya, dalam situasi apa pun. Biarpun anak-anaknya kerap melukai perasaan dan hatinya.








Perasaan ini memberikan kehangatan kepada anak-anaknya yang ingin tidur. Sentuhan lembutnya memberi keselesaan dan ketenangan.


Dia berikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa kegentiran dan menjadi pelindung baginya. Bukankah tulang rusuk suami yang melindungi setiap hati dan jantung wanita?


Allah kurniakan kepadanya kebijaksanaan untuk membolehkan wanita menilai tentang peranan kepada suaminya.Seringkali pula kebijaksanaan itu menguji kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap saling melengkapi dan menyayangi.


Dan akhirnya, Allah berikannya airmata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Allah berikan kepada wanita, agar dapat digunakan di mana ia inginkan.


Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata!


Dari situ lah saya baru mengerti artinya air mata bagi wanita, terutama sang ibu.
Karna dia lah yang paling berarti untuk saya. Jasanya tak akan bisa tergantikan bagaimanapun caranya.
Saya bersyukur masih bisa berjumpa dengan ibu saya setiap hari, karna nanti saya ingin membahagiakan ibu, ayah, dan juga keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar